Sabtu, 18 Januari 2014

makalah tentang ”Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Urea Terhadap Komponen Hasil Berbagai Kultivar Kedelai (Glycine max )”.



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan Kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul ”Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Urea Terhadap Komponen Hasil Berbagai Kultivar Kedelai (Glycine max )”.
Usulan penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan mata kuliah metodologi penelitian di Universitas Al-Azhar Medan.
Dengan segenap ketulusan hati, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1.      Ibu Ir. Dermawan Hutagaol, MP, selaku Depan Fakultas Pertanian Al-Azhar Medan.
2.      Dosen pembimbing yang memberikan arahan, bimbingan, motivasi dan waktu untuk penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini.
3.      Orang tua dan keluarga tercinta, yang telah ikut memberikan dorongan dan motivasi baik moril dan materil mulai dari kuliah hingga selesai penelitian ini.
Penulis menyadiri bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya semoga segala bantuan yang diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

Penulis, Juni 2013

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
1.2   Tujuan Penelitian
1.3   Hipotesa
1.4   Kegunaan Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Botani Kedelai (Glycine Max )
2.2 Ciri  Khas Tanaman Kedelai
2.3 Syarat Tumbuh Kedelai
2.4 Penggunaan Pupuk Urea Pada Kedelai
BAB III BAHAN DAN METODE
3.1 Waktu Dan Tempat
3.2 Bahan Dan Alat
3.3 Metode Penelitian
3.4 Pelaksanaan Penelitian
3.5 Pengamatan
DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang memegang peranan penting di Indonesia, karena kedelai memiliki kandungan gizi yang tinggi, dimana biji kedelai memiliki kandungan gizi  yang terdiri dari 40 % - 45 % Protein, 18 % lemak, 24 %- 36 %  karbohidrat, 8 % kadar air, asam amino dan kandungan gizi lainnya yang bermanfaat bagi manusia. Disamping itu, kedelai juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri, pakan ternak dan juga untuk pembuatan minyak.
Kebutuhan akan kedelai dalam negeri semakin meningkat untuk setiap tahunnya, peningkatan ini seiring dengan peningkatan jumlah penduuk, populasi ternak serta peningkatan kebutuhan industri. Untuk pencapaian pemenuhan kebutuhan tersebut pemerintah mengimpor dari beberapa Negara penghasil kedelai didunia.
Secara garis besar, usaha untuk meningkatkan produksi kedelai diantaranya dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul dan pemenuhan unsur hara. Salah satu pemenuhan unsur hara dilakukan dengan pemupukan. pemberian pupuk diharapkan akan mempercepat pertumbuhan serta perkembangan tanaman, meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil.
Pemupukan yang baik dan benar harus memperhatikan waktu, jumlah, serta cara pemberian yang tepat dan seimbang. Pemberian pupuk anorganik yang berlebihan akan merusak kondisi fisik, kimia dan biologi tanah serta memacu datangnya pathogen dan menurunkan daya tahan tanaman dari serangan OPT. Untuk itu diperlukan paket teknologi pemupukan yang ramah lingkungan.
Metode pemupukan yang umumnya dilakukan masyarakat petani adalah sesuai dengan kebiasaanya, yang terjadwal dan memberikan dengan dosis tinggi tanpa mempertimbangkan akan kebutuhan tanaman yang dipupuknya, padahal pemupukan dengan dosis  tinggi belum tentu akan diserap oleh tanaman karena kemungkinan unsur hara pada pupuk bisa diserap oleh koloid tanah pada ikatan gugus fungsional bahan organik.
Pupuk anorganik mengandung hara tanaman yang konsentrasinya relatif tinggi. Tanaman membutuhkan pupuk yang dapat merangsang peretumbuhan vegetatif dengan kadar nitrogen yang tinggi. Urea merupakan salah satu jenis pupuk yang mengandung unsur nitrogen. Unsur ini diperlukan tanaman selama pertumbuhannya, ketersediaannya dapat merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, mensintesa asam amino dan protein dalam tanaman, serta dapat merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Pemberian nitrogen yang cukup besar kadang kala tak dapat diimbangi oleh pertambahan produksi yang didapatkan. Sedangkan penurunan kadar nitrogen dalam tanaman berpengaruh terhadap fotosintesis baik lewat kandungan  klorofil maupun enzim fotosintetik yang akhirnya menurunkan hasil (pati) yang  terbentuk, keadaan tersebut mempengaruhi produktivitas tanaman, terutama  pembentukan bunga dan buah.
Unsur nitrogen juga berperan dalam penyusun klorofil dan pertambahan luas daun.  Bila unsur nitrogen yang diserap  tanaman juga rendah maka menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan  jumlah akar berkurang, dengan demikian akan mempengaruhi pertumbuhan dan berat kering tanaman.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Urea Terhadap Komponen Hasil Berbagai Kultivar Kedelai (Glycine max )”.

I.2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk urea terhadap komponen hasil berbagai kultivar kedelai (Glycine max )


1.3 Hipotesa
Urea merupakan salah satu jenis pupuk yang mengandung unsur nitrogen yang dapat merangsang pertumbuhan vegetatif dengan kadar nitrogen yang tinggi. Dimana Unsur ini diperlukan tanaman selama pertumbuhannya, ketersediaannya dapat merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, mensintesa asam amino dan protein dalam tanaman, serta dapat merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman.

1.4 Kegunaan Penelitian
a.       Untuk mengetahui cara Pemupukan yang baik dan benar  dimana saat melakukan pemupukan kita harus memperhatikan waktu, jumlah, serta cara pemberian pupuk  yang tepat dan seimbang terhadap tanaman.
b.      Untuk mengetahui bahwa Pemberian pupuk anorganik yang berlebihan akan merusak kondisi baik  fisik, kimia dan biologi tanah serta memacu datangnya pathogen dan menurunkan daya tahan tanaman dari serangan OPT. Untuk itu diperlukan paket teknologi pemupukan yang ramah lingkungan.
c.       Untuk mengetahui bahwa pemupukan harus dilakukan  dilakukan  secara  terjadwal dan dengan  memberikan dengan dosis yang sesuai. dan mempertimbangkan akan kebutuhan tanaman yang dipupuk, karena pemupukan dengan dosis  tinggi belum tentu akan dijerap oleh tanaman karena kemungkinan unsure hara pada pupuk bisa dijerap oleh koloid tanah pada ikatan gugus fungsional bahan organic.

 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Botani Kedelai (Glycine max ).
Tanaman Kedelai merupakan tanaman polong-polongan yang memiliki beberapa nama botani yaitu Glycine max (kedelai kuning) dan glycine soja (kedelai hitam).
Secara lengkap, tanaman kedelai mepunyai klasifikasi sebagi berikut:
Kingdom                     :  Plantae
Divisio                        :  Spermatopyta
Subdivision                 :  Angiospermae
Kelas                           :  Dikotyledoneae
Subkelas                      :  Archihlamyadae
Ordo                           :  Rosales
Subordo                      :  Leguminosinae
 Famili                         :  Leguminosae
Subfamili                    :  Polilonaceae
Genus                          :  Glycine
Spesies                        :  Glycine Max

2.2 Ciri  khas tanaman kedelai
·         Batang tanaman kedelai berkayu
·         Tingginya berkisar antara 30-1000 cm
·         Memiliki 3-5 percabangan dan berbentuk tanaman perdu.
·         Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinet), tidak terbatas (indeterminet), dan setengah terbatas (semi-determinet).
a.       Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak  dan mngakiri poertumbuhan meninggi jika sudah berbunga. Tanaman pendek sampai sedang , ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah daun teratas sama besar dengan daun batng tengah.
b.      Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah keats. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batng lebih kecil dari bagian tengah.
c.       Tipe setengah terbatas memiliki karateristik antara kedua tipe lainnya.

2.3 Syarat Tumbuh Kedelai

            Di Indonesia kedelai dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Pada pH tanah 5,8 – 7 tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asalkan drainase dan aerasi tanah cukup baik, disamping itu tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman yang peka terhadap pH rendah. Kesesuaian  pH pada tanah dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.
Tanaman kedelai juga berproduksi dengan baik pada dataran rendah sampai 900 m dpl, dan mampu beradaftasi didataran tinggi sampai +- 1.200 m dpl. Kedelai tumbuh baik pada daerah yang memiliki curah hujan 100-400 mm/bulan, dengn  suhu yang cocok antara 23 C – 30 C, serta kelembababn antara 60 – 70 %.
Kedelai juga merupakan salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan pasang surut dengan hasil yang cukup memadai, namun cara budidayanya berbeda dari lahan sawah irigasi dan lahan kering.
Perakaran  tanaman kedelai terdiri dari akar lembaga, akar tunggang dan akar cabang berupa akar rambut yang dapat membentuk bintil akar dan merupakan koloni bakteri riozobium japanicum.
Akar tunggangnya dapat menembus tanah yang gembur sedalam 150 cm sedangkan bintil akar nya mulai terbentuk pada umur 15-20 hari setelah tanam. Antara bakteri rhyzobium  sp. dan tanaman kedelai terjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Tanaman kedelai memberikan kharbohidrat dan perlindungan pada bakteri, dan sebaliknya bakteri mengkonversi nitrogen atmosfire menjadi bentuk yang komplek.
Kedelai memiliki dua tipe pertumbuhan batang, yaitu determinet dan indeterminet. Pertumbuhan batang determinet ditunjukkan dengan batang yang tidak tumbyh lagi pada saat tanaman mulai berbunga, sedangkan pertumbuhan indeterminet dicirikan bila pucuk batang tanaman masih bisa tumbuh daun, walaupun tabnaman sudah mulai berbunga. Pada batang terdapat buku tempat tumbuhnya bung, terdiri 15-30 buah dan biasanya jumlah buku batang indeterminet lebih banyak dibandingkan detrminet.
Kedelai  mempunyai empat tipe daun yang berbeda yaitu kotiledon atau daun biji, daun primer sedehana, daun bertiga dan daun profila. Pada  pada buku (nodus) pertaman tanaman yang 6umbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal dan bentuk daun kedelai umunya berbentuk bulat (oval) dan lancip serta berbulu. Daun kedelai merupakan tanaman majemuk yang terdiri dari tiga helai anak daun dan umunya berwarna hijau muda atau hijau kekuning-kuningan, pada saat sudah tua dau-daunnya akan rontok.
Bunga kedelai termasuk bunga sempurna dimana setiap bunga mempunyai alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih.
Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun terjadi penyerbukan secara sempurna, sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong. Buah kedelai berbentuk polong, setiap tanaman mampu menghasilkan 100-250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematamgan bauah, polong yang mula-mula berwarna hijaukan berubah menjadi coklat kehitaman .
Tanaman kedelai harus dipanen pada tingkat kematangan biji yang tepat. Panen yang terlalu awal menyebabjkan banyak butir kedelai menjadi keriput sedangkan jadwal panen yang terlambat akan mengakibatkan meningkatnya butir yang rusak dan kehilangan biji yang tinggi yang disebabkan oleh biji yang mudah rontok.
Ciri-ciri kedelai siap untuk dipanen adalah daunnya telah menguning, dan mudah rontok, polong biji mongering dan berwarna kecoklatan. Hasil produksi kedelai local optimal mencapai 2 ton per hektar dengan masa tanam sekitar 75 hari atau maksimal tiga bulan.

2.4 Penggunaan pupuk urea pada kedelai
Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai. Pemupukan merupakan usaha penyediaan unsure hara yang dibutuhkan tanaman pada tanah. Pemupukan sebaiknya dilakukan berdasarkan asas keseimbangan. Pemberian pupuk yang mengandung unsur hara tertentu secara berlebihan akan mengganggu penyerapan unsur hara lainnya. Hasil maksimal dari suatu upaya pemupukan akan diperoleh jika dilakukan dengan tepat meliputi dosis, jenis, waktu, dan cara pemberiannya.

            Berdasarkan cara pembuatannya, pupuk dibedakan menjadi pupuk organic dan pupuk anorganik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi. Selanjutnya pupuk anorganik ini dibedakan lagi menjadi dua yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu jenis unsure hara, sedangkan pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung beberapa gabungan unsure hara.    Salah satu jenis pupuk tunggal adalah pupuk urea. Pupuk urea mengandung unsure nitrogen, unsure ini merupakan unsure makro  yang  berasal dari bahan organic ataupun. Nitrogen yang terkandung dalam urea dilepas dalam bentuk ammonium. Ammonium dalam keadaan oksidatif akan diubah menjadi nitrit (NO3-) melalui proses nitrifikasi sedangkan N yang dalam bentuk ammonium dapat dijerap oleh koloid tanah sehinnga tidak mudah hilang tercuci dari daerah perakaran.
            Keuntungan lain menggunakan pupuk urea adalah cepat tersedia bagi tanaman, dan memiliki kandungan N tinggi yang dibutuhkan tanaman pada awal pertumbuhan, pemberian pupuk nitrogen dalam bentuk urea lebih cepat tersedia dibanding dengan pupuk majemuk dan reaksinya mudah dapat diamati pada hari ke 15 setelah aplikasi. 
Pada tanah, disamping dari pemupukan unsur nitrogen berasal dari kegiatan jazad renik yang mengikatnya dari udara. Unsure ini juga bertambah akibat loncatan listrik di udara. Nitrogen dapat masuk melalui air hujan dalam bentuk nitrat. Besarnya pertambahan ini tergantung kepada tempat dan iklim daerah tanah tersebut.
Nitrogen yang berada dalam tanah ini dapat berbentuk organic maupun anorganik. Nitrogen yang ada didalam tanah berbentuk organic berupa protein , asam amino yang akan diubah menjadi amonoium (NH4+) kemudian diubah lagi menjadi nitrit dan selanjutnya dalam bentuk nitrat yang dapat diserap oleh akar tanaman, sedangkan nitrogen yang berbentuk anorganik yang tersedia dapat diserap dalam bentuk ion ammonium dan nitrat .
Kegunaan pupuk urea pada tanaman adalah Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri, berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman, dan mempercepat pertumbuhan tanaman terutama organ vegetatif dan perakaran serta menambah kandungan protein tanaman. Nitrogen juga berperan penting sebagai bagian dari protoplasma dan klorofil oleh sebab itu nitrogen berperan penting dalam penentuan produksi dan kualitas tanaman .
Inokulasi rhizobium dan pemupukan nitrogen berpengaruh terhadap tinggi dan berat kering tanaman kedelai pada umur 45 HST, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dan bobot bintil akar. Interaksi  pemberian urea dan lama penyimpanan benih kedelai terlihat pada jumlah bunga pertanaman, uji muncul lapangan, jumlah polong bernas per tanaman dan berat 100 biji, dalam penyimpanan benih kedelai, urea memberikan pengaruh nyata terhadap uji kecepatan berkecambah, uji hitung pertama, uji muncul tanah, dan kadar air benih.


BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan Tempat
            Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Jl. Pintu Air IV, Kwala Bekala Padang Bulan, Medan. Dilakukan pada jam 09.00 WIB – selesai.
Penelitian ini akan dilaksanakan selama empat bulan, dimulai dari bulan juni  2013 sampai September 2013. Jenis tanah yang digunakan adalah tanah inseptisol dengan ketingggian 10 m diatas permukaan laut.

3.2. Bahan dan Alat
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai yang terdiri dari  dua varietas yaitu varietas Kipas putih dan Slamet, serta tiga galur F16 hasil persilangan Kipas putih dan Slamet yaitu Galur KM-13 ED, KM-14 DD, dan KM-19 BE, sedangkan pupuk yang akan digunakan adalah Urea, TSP dan KCL serta pestisida terdiri dari Diazinon 60 EC dan Dithane M-45,
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan, neraca analitik, mistar, mesin rumput, traktor,  sprayer solo, oven, parang, cangkul, tali rapia, selang, kertas, , ember, dan alat tulis.

.3.3. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Yang terdiri dari 2 faktor.  Faktor pertama ialah kultivar kedelai (V) dalam 9 taraf,  yaitu :
V1  = Kipas Putih                                 
V2  = Slamet                                         
V3   =  Galur  KM-13 ED                
V4  =  Galur  KM-14 DD
V5  =  Galur  KM-19 BE

Faktor kedua adalah  Dosis pupuk Nitrogen (N) dalam 3 taraf yaitu:
            N=  tanpa pupuk N
            N1  = 50 Kg Pupuk N/ha
            N2 = 100 Kg Pupuk N/ha

Dengan demikian terdapat 15 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan di ulang 3 kali, sehingga di dapat 45 unit percobaan.
Untuk melihat pengaruh kultivar kedelai terhadap dosis pupuk N, maka data  yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program statistik SAS System Version 9.12 (SAS User Manual, 2004). Yang mengikuti persamaan linear sebagai berikut :

Yijk     = μ +r+ Uj + Gk + UGjk + eijk, …………….. dimana :
Yijk  = pengamatan varietas ke k pada lokasi ke j  dan ulangan ke i.
μ    = rata-rata umum
Uj     = simpangan akibat pengaruh pupuk N ke j.
Gk    = simpangan akibat pengaruh cultivar ke k.
UGjk  = simpangan akibat pengaruh interaksi pupuk N ke j dengan cultivar  ke  k
 eijk  = error

3.4. Pelaksanaan Penelitian
A.    Persiapan Lahan
Sebelum dilaksanakan penelitian terlebih dahulu dilakukan pembersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman dengan menggunakan mesin rumput, parang dan cangkul serta membuang sampah yang ada pada lahan. Pengolahan tanah dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama adalah pembalikan tanah dengan menggunakan traktor dengan kedalaman 25-35 cm dan pengolahan tanah ke dua dilakukan 15 hari kemudian untuk menggemburkan tanah. Pembuatan plot percobaan dilakukan setelah selesai pengolahan tanah ke dua dengan ukuran 3 x 2 m­­­­2 sebanyak 45 plot  dimana antar plot pada petak utama berjarak 50 cm dan jarak antara petak utama adalah 100 cm.

B.     Penanaman.
            Penanaman dilakukan seminggu setelah pembuatan plot percobaan. Jarak tanam yang digunakan adalah 15 x 40 cm sehingga setiap plot terdapat 100 rumpun tanaman. Lobang tanam dibuat sedalam 3-5 cm dengan tugal yang terbuat dari kayu. Pada setiap lobang ditanamkan 2-3 butir benih kedelai dan kemudian ditutup dengan tanah.

C.     Pemeliharaan
a.      Penyiraman
            Penyiraman dilakukan sekali sehari yang dilakukan pada sore hari, dengan mengunakan slang atau gembor.  Penyiraman dilakukan pada hari tersebut jika tidak ada hujan.
b.      Penyulaman dan Penjarangan
            Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati atau tanaman tersebut pertumbuhannya tidak normal dengan benih baru. Penyulaman dilakukan maksimal 1 minggu setelah penanaman. Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. Pejnjarangan dilakukan jika pada rumpun tumbuh lebih dari satu tanaman dalam satu lobang tanam. Penjarangan dilakukan dengan cara memotong bagian pangkal tanaman dengan gunting stek dan menyisakan satu bagian tanaman.
c.       Pemupukan
Pupuk dasar yang diberikan setelah benih ditanam terdiri atas pupuk urea, TSP, dan KCL. Pupuk TSP diberikan sebanyak 45 Kg/ ha dan KCl sebanyak 50 kg/ ha. Pemberian pupuk dilakukan dengan mencampur pupuk TSP dan KCL dan diberikan dengan cara larikan dengan jarak 10 cm sebelah kiri barisan tanaman, dan dalam larikan 5-15 centi meter  Sedangkan pupuk urea diberikan sesuai dengan perlakuan yaitu tanpa pupuk N (N0), 50 Kg/ Ha (N1) dan 100 kg/ ha (N2).

d.      Penyiangan dan pembubunan.
Penyiangan dilakukan disekitar areal penanaman sebanyak dua kali dengan cara mencangkul atau mencabut gulma yang tumbuh pada plot percobaan ataupun pada saluran drainase. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3 (tiga) minggu dan penyiangan ke 2 (dua) dilakukan saat tanaman berumur 6 (enam) minggu. Sedangkan pembumbunan dialakukan bersamaan dengan penyiangan agar tanaman tidak rebah dan akar tanaman dapat berkembang dengan baik.
e.       Pengendalian hama dan penyakit.
Usaha pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila ada tanda-tanda serangan hama/penyakit dengan menggukan fungisida Dhitane M45 (2 gr /liter air dan dosis 2,4 EC 0,7 ml/liter air  dan insektisida Diazinon 60 EC. Aplikasi akan dilakukan dengan mencampur keduanya jika terlihat serangan hama dan penyakit pada waktu yang bersamaan.
f.       Pemanenan
Panen dilakukan pada saat 75% tanaman tiap plot telah menunjukkan tanada-tanda criteria panen. Criteria panen adalah polong berwarna kuning ke coklatan secara merata, daun mengering dan sebagian besar tanaman telah kering dan polong mudah dipecahkan. Panen dilakukan pada pagi hari dengan tujuan menghindari pecahnya polong kedelai saat panen. Penen dilakukan dengan cara memotong  tanaman pada pangkal batang dengan menggunakan sabit.

3.5. Pengamatan
            Pengamatan dilakukan pada tanaman sampel dari setiap plot. Adapun parameter yang diamati sel;ama penelitian berlangsung adalah :
a.      Jumlah Polong per Tanaman (buah)
Pengamatan jumlah polong pertanaman dilakukan pada waktu panen yaitu dengan menghitung jumlah polong yang terbentuk pada tanaman sampel baik polong yang bernas maupun yang hampa.


b.      Jumlah Polong Bernas Pertanaman (buah)
            Pengamatan jumlah polong diamati pada akhir penelitian yaitu dengan menghitung jumlah polong pada tanaman sampel yang memenuhi kriteria bernas. Polong dikatakan bernas apabila pada polong terdapat paling sedikit 50% biji memenuhi rongga calon biji pada polong.

c.       Persentase Polong Bernas (%)
Pengamatan persentase polong bernas dilakukan dengan menghitung jumlah polong yang bernas. Polong yang dikatakan bernas jika 50% dari biji  masak dalam kriteria polong  bernas. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan rumus. Rumus yang digunakan adalah :
%  Polong bernas =  x 100%
d.      Jumlah Biji Per tanaman (butir)
Pengamatan jumlah biji per tanaman dilakukan pada saat panen dengan menghitung semua biji pada lima tanaman sampel per-plot. Terlebih dahulu biji dipisahkan dari polong dengan cara menginjak dengan kaki. Biji kemudian dibersihkan dari kotoran dan biji yang tidak normal dan selanjutnya dihitung jumlahnya.

e.       Jumlah Biji per Polong (butir)
            Pengamatan jumlah biji per polong dilakukan pada akhir penelitian yaitu dengan cara menghitung jumlah biji pada masing-masing polong disetiap tanaman sampel sehingga didapat rata-rata jumlah biji per polong.

f.       . Berat Biji per Tanaman (g)
Berat biji per tanaman diamati pada akhir penelitian yaitu dengan menghitung berat biji masing-masing tanaman smapel sehingga didapat berat biji per tanaman.



g.      Hasil Biji Kering  Per- m2  ( gram/m2)
Semua tanaman yang ada pada setiap plot percobaan dipanen dengan memotongnya dengan sabit setinggi 5 cm diatas permukaan plot. Tanaman yang telah dipanen ini dikeringkan dengan cahaya matahari selama 2 hari supaya mudah memisahkan biji dari dalam polong. Polong kemudian dibersihkan dari sisa tanaman dan kotoran lainnya dan dijemur lagi selama 2 hari dibawah sinar matahari. Setelah dianggap kering ditimbang berat biji yang dihasilkan setiap plot. Selanjutnya dikonversikan menjadi hasil per m2.

h.      Bobot 100 Biji (gram)
Bobot 100 biji ditentukan dengan mengambil 100 biji kedelai secara acak dari hasil biji setelah dikeringkan pada setiap plot, kemudian ditimbang beratnya dengan timbangan analitis. 

i.        Hasil per plot
Pengamatan ini dilakukan dengan menimbang biji dari seluruh tanaman baik tanaman sampel maupun tanaman bukan sampel setiap plot yang telah dijemur selama 3 hari dengan sinar matahari.


DAPTAR PUSTAKA

.
Andrianto Dan Indarto. 2004. Budidaya dan Analisis Usaha Tani : Kedelai, Kacang Hijau, dan kacang panjang. Absolut. Yogyakarta.
Armaini, Nurbaiti dan Monalisa. 1997. Peranan Urea dan Lama Penyimpanan Benih Kedelai Terhadap Produksi. Jurnal Penelitian, Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah. Vol VII. No 2 : 142-147.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanan, 2007). ………………….
Badron, S dan Tius S. 2008. Mobilitas Pupuk anOrganik N dan  P. http:ww.Unhas.ac.id/lemlit/researches/vieuw/320.htm (26 Juni 2008).
Elza, Z., Nurbaiti dan Jaya, P. 1997. Peranan Urea dalam Penyimpanan Benih Kedelai. Jurnal Penelitian, Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah. Vol VII. No 2 : 148-153.
Haryono  B. 2000. Pemupukan tanaman jarak dalam monograp balittas agro inovasi, No 6 : 25-33.
Iopri,   2008.     Pengaruh   unsur   esensial   terhadap   pertumbuhan   dan   produksi.
www.iopri.org/webned/ioprind.htm. (26 November 2010). 
Margarettha. 2002. Pengaruh Molybdenum Terhadap Nodulasi dan Hasil Kedelai yang Diinokulasi Rhizobium pada Tanah Ultisol. Jurnal MAPETA. Vol X (22).  No 2 hal 4-7.
Novisan.  2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta








0 komentar:

Posting Komentar