Rabu, 15 Januari 2014

makalah tentang gerhana matahari




KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
                                                ” Gerhana Matahari
            Dalam pembuatan makalah ini mulai dari perancangan, pencarian bahan, sampai penulisan, penulis mendapat bantuan, saran, petunjuk, dan bimbingan dari banyak pihak baik secara langsung  maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih  dan kepada teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah ini.
            Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan di masa yang akan datang, dan penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

                                                                                                      Binjai ,    januari  2014



                                                                                                              Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

            Pada dasarnya pengertian ilmu Kealaman dasar (IKD) adalah suatu ilmu pembelajaran mengenai masalah alam dan isinya. IKD sebenarnya merupakan ilmu yang dapat dipelajari secara logis tetapi tetap realistis, membutuhkan evaluasi dan ekserimen untuk mengetahui benar atau tidaknya proses alamiah tersebut. Seperti contohnya apabila kita ingin mengetahui bagaimana proses pertumbuhan seekor ayam maka kita harus mengikuti dari ayam tersebut masih didalam telur sampai ayam itu menetas.

Dalam konsepnya ilmu ini bisa dipelajari dengan mudah, dapat mempelajari apapun yang berkaitan dengan kealamiaan, seperti pertumbuhan makhluk hidup, tata surya, proses hujan dan lain-lain. IKD sebenarnya merupakan pembelajaran yang sangat luas karna membicarakan peristiwa alam yang nyata yang pada dasarnya berbeda satu dengan yang lainnya. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pembentukan atau eksperimen.

IKD merupakan suatu Ilmu pembelajaran tentang bagian dari kehidupan semesta ini dan melalui makalah ini, penulis membahas tentang Gerhana Matahari, Gerhana Bulan dan Pasang Surut. Gerhana Matahari merupakan Gerhana Matahari adalah salah satu fenomena alam yang menakjubkan. Namun, berbeda dengan gerhana bulan, gerhana matahari berbahaya bila dilihat hanya dengan mata telanjang karena dapat merusak mata secara permanen yang mengakibatkan kebutaan.

Pada dasarnya terjadinya gerhana matahari terjadi pada saat posisi bulan terletak di antara matahari dan bulan sehingga sebagian atau seluruh cahaya dari matahari tertutup oleh bulan. Walaupun matahari lebih besar dari bulan namun karena jarak bulan ke bumi lebih dekat dibandingkan dengan jarak matahari ke bumi yaitu sekitar 384.400 kilometer berbeda sangat jauh dibanding jarak matahari ke bumi yaitu sekitar 149.680.000 kilometer.

Selain Gerhana Matahari dalam makalah ini membahas tentang Gerhana bulan. Gerhana bulan terjadi pada waktu bumi berada di antara bulan dan matahari, yaitu pada waktu bulan purnama dan bayang-bayang bumi menutup permukan bulan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas diharapkan makalah kami ini dapat menambah pengetahuan kita tentang :
a.       Gerhana Matahari      
b.      Pengertian Gerhana Matahari
c.       Jenis –Jenis Gerhana Matahari           
d.      Mengamati Gerhana Matahari           






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Gerhana Matahari

1.      Pengertian Gerhana Matahari
Gerhana mattahari terjadi pada waktu bulan berada di antara bumi dan matahari, yaitu pada waktu bulan mati, dan bayang-bayang bulan yang berbentuk kerucut menutupi permukaan bumi.
Bayang-bayang bulan ada dua bagian,
1.      umbra , Umbra adalah bagian yang gelap dan berbentuk kerucut yang puncaknya menuju ke bumi.
Daerah yang berada dalam liputan umbra akan mengalami gerhana matahari total.
2.      penumbra , Penumbra adalah bagian yang agak terang dan bentuknya makin jauh dari bulan semakin lebar.
Daerah berada dalam liputan penumbra mengalami gerhana mattahari sebagian. Pada gerhana matahari total akan tampak cahaya korona matahari yang bentuknya seperti mahkota dan semburan gas dari permukaan matahari yang berwarna lebih merah.
Gerhana Matahari terjadi ketika  posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari totalgerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin.
Sebuah gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
Gerhana Matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana Matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

2.       Jenis –Jenis Gerhana Matahari
Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu gerhana matahari sebagian, gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin.
1.      Gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari sebagian terjadi apabila hanya sebagian piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (Saat puncak gerhana). Pada gerhana matahari sebagian ini, pasti masih ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bilan.
2.       Gerhana matahari total. Gerhana matahari total terjadi apabila piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Pada saat itu, pringan bulan sama besar atau lebih besar dibandingkan dengan piringan matahari. Ukuran piringan matahari dari piringan bulan itu sendiri selalu berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak bumi-matahari dan bumi-bulan.
3.      Gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin terjadi apabila piringan bulan pada saat puncak gerhana hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Gerhana ini terjadi apabila piringan bulan lebih kecil dibandingkan dengan piringan bulan. Sehingga pada saat piringan bulan berada di depan piringan matahari tidak semua piringan matahari tertutup oleh piringan bulan. Hal ini yang membuat gerhana terlihat seperti cincin.

3.      Mengamati Gerhana Matahari
Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata. Karena cepatnya peredaran Bumi mengitari matahari, gerhana matahari tak mungkin berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik jadi jika ingin melihatnya lakukan sesegera mungkin.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pemaparan materi diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Gerhana Matahari terjadi ketika  posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
2.      Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari totalgerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin

B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka ada beberapa saran yaitu:
Ø  Mengamati peristiwa alam seperti Gerhana Matahari, Gerhana Bulan maupun Pasang Surut merupakan suatu bentuk yang terjadi dialami. Sebagai manusia yang dikaruniai dengan berbagai kelebihan diantaranya kemampuan untuk mempelajari keadaan alam maka maka patutlah disyukuri.
Ø  Makalah kami ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kritik dans aran yang membangun sangat kami  harapkan dari para pembaca sekalian.




DAFTAR PUSTAKA

Defant, A. 1958. Ebb And Flow. The Tides of Earth, Air, and Water. The University of Michigan Press, Michigan.
Diposaptono, S. 2007. Karakteristik Laut Pada Kota Pantai. Direktorat Bina Pesisir, Direktorat Jendral Urusan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Dronkers, J. J. 1964. Tidal Computations in rivers and coastal waters. North-Holland Publishing Company. Amsterdam
Gross, M. G.1990. Oceanography ; A View of Earth Prentice Hall, Inc. Englewood Cliff. New Jersey
King, C. A. M. 1966. An Introduction to Oceanography. McGraw Hill Book Company, Inc. New York. San Francisco.
Mac Millan, C. D. H. 1966. Tides. American Elsevier Publishing Company, Inc., New York
Miharja, D. K., S. Hadi, dan M. Ali, 1994. Pasang Surut Laut. Kursus Intensive Oseanografi bagi perwira TNI AL. Lembaga Pengabdian masyarakat dan jurusan Geofisika dan Meteorologi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Pariwono, J.I. 1989. Gaya Penggerak Pasang Surut. Dalam Pasang Surut. Ed. Ongkosongo, O.S.R. dan Suyarso. P3O-LIPI. Jakarta. Hal. 13-23

0 komentar:

Posting Komentar