Selasa, 13 Mei 2014

makalah tentang ajektiva





ADJEKTIVA DAN KELAS KATA YANG LAIN

Jika dilihat dari definisi dan ciri yang dikemukakan di atas, orang dapat berkata bahwa bentuk seperti batu dan tembok adalah adjektiva pula karena kedua kata itu dapat menerangkan keadaan benda seperti terbukti dengan adanya bentuk benteng batu dan rumah tembok. Memang benar bahwa batu dan tembok pada kedua contoh itu menerangkan keadaan benda; tetapi, jika kita teliti lebih lanjut, kita akan mendapati bahwa kedua kata itu tidak memenuhi ciri-ciri adjektiva. Tidak ada, misalnya, bentukan *lebih batu atau *sangat tembok.

Definisi adjektiva juga agak bertumpang tindih dengan definisi verba karena ada beberapa ciri adjektiva yang juga menjadi ciri verba. Kata ingkar tidak, misalnya, dapat dipakai sebagai pengingkar adjektiva ataupun verba: tidak cantik: tidak mandi. Untuk verba tertentu keterangan pembanding seperti lebih dan paling juga dapat dipergunakan pada verba: lebih berhasil, kurang menyenangkan, paling berbahaya.

Dalam kedua hal itu kata seperti batu dan tembok tetap termasuk kelas kata nomina, dan kata seperti berhasil, menyenangkan dan berbahaya termasuk kelas kata verba, tetapi dalam posisi tertentu berfungsi atributif.

Pentarafan

Adjektiva bertaraf dapat menunjukkan (1) tingkat kualitas atau intensitas dengan pewatas seperti benar, sangat, terlalu, agak, dan makin, serta (2) tingkat bandingan dengan pewatas lebih, kurang, dan paling.
  1. Tingkat kualitas
    1. Tingkat positif, tanpa pewatas
    2. Tingkat intensif, dengan pewatas benar, betul, sungguh
    3. Tingkat elatif, dengan pewatas amat sangat ..., (amat) sangat ... sekali, maha-, adi-
    4. Tingkat eksesif, dengan pewatas terlalu, terlampau, kelewat, ke--an
    5. Tingkat augmentatif, dengan pewatas makin ..., makin ... makin ..., semakin ....
    6. Tingkat atenuatif, dengan pewatas agak, sedikit, ke--an yang direduplikasi



  1. Tingkat bandingan
    1. Tingkat ekuatif, dengan pewatas se-, sama + ... + -nya (dengan)
    2. Tingkat komparatif, dengan pewatas lebih ... dari(pada) ...
    3. Tingkat superlatif, dengan pewatas paling, ter-

Transposisi

Adjektiva dapat dihasilkan melalui proses transposisi dari verba atau nomina. Transposisi adalah perubahan kelas kata tanpa pengubahan bentuk.
  1. Adjektiva deverbal
    1. meng-
    2. meng--kan
    3. ter-
    4. ber-
  2. Adjektiva denominal.
    1. pe- atau peng-
    2. ke--an yang mengalami reduplikasi



















BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan

1.      Secara tradisional, adjektiva dikenal sebagai kata yang mengungkapkan kualitas atau keadaan suatu benda. Alwi et al (2003:171) berpendapat bahwa adjektiva adalah kata yang memberikan keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat.
2.      Berdasarkan Bentuknya, Alwi et al membagi adjektiva menjadi dua, yaitu adjektiva dasar yang selalu monomorfemis dan adjektiva turunan yang selalu polimorfemis. Adjektiva turunan ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu adjektiva berafiks, adjektiva bereduplikasi, dan adjektiva yang berasal dari berbagai kelas.

B.Saran
Makalah saya ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan  demi tercapainya kesempurnaan dari makalah saya ini kedepannya.


















DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan dkk, 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 
Chaer, Abdul 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 2005. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Sasangka, Sry Satrya T.W dkk. 2000. Adjektiva dan Adverbia dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.  
Verhaar, J.W.M. 2001. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


0 komentar:

Posting Komentar