Jumat, 09 Mei 2014

ADVERBIA DAN KOHESI



ADVERBIA DAN KOHESI

A. BATASAN DAN CIRI ADVERBIA
            Dalam tataran frasa, adverbia adalah kata yang menjelaskan verba, adjektiva atau adverbia lain. Pada contoh berikut terlihat bahwa adverbia sangat menjelaskan verba mencintai, adverbia selalu menjelaskan adjektiva sedih, dan adverbia hampir menjelaskan adverbia selalu. Contoh:
Ia sangat mencintai istrinya
Ia selalu sedih mendengar lagu itu
Kami hampir selalu dimarahinya setiap hari

            Dalam tataran klausa, adverbia mewatasi atau menjelaskan fungsi-fungsi sintaksis. Umumnya katas atau bagian kalimat yang dijelaskan adverbia itu berfungsi sebagai predikat. Karena pronomina dan numeralia dari segi kategori sangat erat keterkaitannya dengan nomina, maka adverbia pun dapat pulamewatasi atau menjelaskan pronomina dan numeralia, seperti contoh berikut:
Guru saja tidak dapat menjawab pertanyaan itu.
Ia merokok hampir lima bungkus sehari.
A : “Kau suka nyanyi?”

B : “ya, tapi hanya di kamar mandi.”
            Pada contoh di atas adverbia saja menjelaskan guru yang berfungsi sebagai subjek; adverbia hamper menjelaskan lima bungkus yang berfungsi sebagai objek; adverbia saja menjelaskan dengan beliau yang berfungsi sebagai pelengkap; sedangkan di kamar mandi yang merupakan keterangan, dijelaskan oleh adverbia hanya.
            Selain adverbia pada tataran frasa dan klausa, ada pula adverbia yang menerangkan seluruh kalimat. Jenis adverbia ini tidak terikat oleh unsure kalimat tertentu sehingga tempat atau posisinya dalam kalimat pun dapata berpindah-pindah. Contoh:
Tampaknya dia tidak menyetujui usul itu
Dia sesungguhnya tidak menyetujui usul itu
Dia tidak menyetujui usul itu tampaknya.


B. ADVERBIA DARI SEGI BENTUKNYA
            Dari segi bentuknya, perlu dibedakan adverbia tunggal dan adverbia gabungan. Adverbia tunggal dapat diperinci lagi menjadi adverbia yang berupa kata dasar, yang berupa kata berafiks, serta yang berupa kata ulang. Adverbia gabungan dapat diperinci menjadi adverbia gabungan yang berdampingan dan yang tidak berdampingan.
1. Adverbia Tunggal
a Adverbia yang Berupa Kata Dasar

            Adverbia yang berupa kata dasar hanya terdiri atas satu kata dasar. Contohnya: baru, hanya, lebih, hamper, saja, sangat, dst.
b Adverbia yang Berupa Kata Berafiks

            Adverbia yang berupa kata berafiks diperoleh dengan menambahkan gabungan afiks se-nya atau afiks –nya pada kata dasar. Contoh:
Sebaiknya kita segera membayarkan pajak itu
Agaknya gurauan itu membuatnya marah.
c Adverbia yang Berupa Kata Ulang

Mernurut bentuknya adverbia yang berupa kata ulang dapat diperinci menjadi empat macam, yaitu:
(1) Adverbia yang berupa pengulangan kata dasar.
Contoh: Kami duduk diam-diam mendengarkan ceramah.

(2) Adverbia yang berupa pengulangan kata dasar dengan penambahan prefiks se-.
Contoh: Setinggi-tingi bangau terbang, jatuhnya ke kubangan juga.

(3) Adverbia yang berupa pengulangan kata dasar dengan penambahan sufiks –an.
Contoh: Kami memarahinya habis-habisan kemarin.

(4) Adverbia yang berupa pengulangan kata dasar dengan penambahan gabungan afiks se-nya.
Contoh: Burung itu terbang setinggi-tingginya.
2. Adverbia Gabungan
Adverbia gabungan terdiri atras dua adverbia yang berupa kata dasar.
a Adverbia yang berdampingan
Contoh: lagi pula rumahnya baru jadi minggu depan.

b Adverbia yang tidak berdampingan
Contoh: Kamu hanya membuang waktu-waktu saja.




C. ADVERBIA DARI SEGI PERILAKU SINTAKSISNYA
            Perilaku sintaksis adverbia dapat dilihat berdasarkan posisinya terhadap kata atau bagian kalimat yang dijelaskan oleh adverbia yang bersangkutan. Atas dasar itu dapat dibedakan empat macam posisi adverbia, yaitu:
1. Adverbia yang mendahului kata yang diterangkan
Contoh: Ia lebih tinggi daripada adiknya.

2. Adverbia yang mengikuti kata yang diterangkan
Contoh: Tampan nian kekasih barumu.

3. Adverbia yang mendahului atau mengikuti kata yang diterangkan
Contoh: Kini barang-barang elektronika amat mahal harganya

4. Adverbia yang mendahului atau mengikuti
Contoh: Saya yakin bukan dia saja yang pandai
            Selain itu ada pula adverbia yang menerangkan satuan atau tataran yang lebih tinggi, yaitu yang berupa klausa atau kalimat.
Contoh: Seharusnya dia datang pukul delapan.

D. ADVERBIA DARI SEGI PERILAKU SEMANTISNYA

Berdasarkan perilaku semantisnya, dapat dibedakan delapan jenis adverbia, yaitu:
1. Adverbia Kualitatif
Adverbia kulaitatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat, derajat dan mutu. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti paling, sangat, lebih dan kurang.
Contoh: Saya paling suka masakan Jepang.

2. Adverbia Kuantitatif
Adverbia kuantitatif mengfgambarkan makna yang berhubungan dengan jumlah. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti banyak, sedikit, kira-kira dan cukup.
Contoh: Lukanya banyak mengeluarkan darah.

3. Adverbia Limitatif
            Adverbia limitative adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan pembatasan. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti hanya, saja dan sekedar.
Contoh: Obat itu hanya menghambat pertumbuhan penyakit.
4. Adverbia Frekuentatif
            Adverbia frekuentatif adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti selalu, sering, jarang dan kadang-kadang.
Contoh: Kami selalu makan malam bersama-sama.

5. Adverbia Kewaktuan
            Adverbia kewaktuan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan saat terjadinya peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti baru dan segera.
Contoh: Ayah baru diberhentikan dari jabatannya.

6. Adverbia Kecaraan
            Adverbia kecaraan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan bagaimana peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu berlangsung atau terjadi. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti diam-diam, secepatnya dan pelan-pelan.
Contoh: Pelan-pelan Moerdono menjelaskan posisi pemerintah.

7. Adverbia Kontrastif
Adverbia kontrastif adalah adverbia yang menggambarkan pertentangan dengan makna kata atau hal yang dinyatakan sebelumnya. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti bahkan, malahan dan justru.
Contoh: Saya tidak pernah kerumahnya, bahkan sampai sekarang alamatnya pun saya tidak tahu.

8. Adverbia Keniscayaan
            Adverbia keniscayaan adalah adverbia yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan kepastian tentang keberlangsungan atau terjadinya hal atau peristiwa yang dijelaskan adverbia itu. Yang termasuk adverbia ini adalah kata-kata seperti niscaya, pasti dan tentu.

E. ADVERBIA KONJUNGTIF

Adverbia konjungtif adalah adverbia yang menghubungkan satu klausa atau kalimat derngan klausa atau kalimat lain. Contoh:
1. sungguhpun demikian/begitu
2. kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya.
3. tambahn pula, lain pula, selain itu.
            Anggota subkelompok (1) menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya. Subkelompok (2) menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya. Subkelompok (3) menyatakan hal, peristiwa atau keadaan di samping hal peristiwa, atau keadaan yang telah disebutkan sebelumnya.

F. ADVERBIA PEMBUKA WACANA

            Adverbia wacana pada umumnya mengwali suatu wacana. Adverbia kelompok (a) berikut ini masih sering dipakai, sedangkan yang ada pada kelompok (b) umumnya terdapat pada naskah sastra lama.
a. adapun b. alkisah
akan hal arkian
mengenai sebermula
dalam pada itu syahdan.
Contoh dalam kalimat:
Adapun terbongkarnya rahasia bahwa di bawah pohon itu tersimpan harta karun bermula dari cerita pak kisah yang pernah menjadi pembantu raja dan turut menanam harta tersebut beberapa puluh tahun yang lalu.
Alkisah, maka pada masa dulu memerintahlah seorang raja yang arif dan bijaksana di daerah ini.

G. ADVERBIA DAN KELAS KATA LAIN
1. Adverbia Deverbal
            Adverbia deverbal dibentuk dari dasar yang berkategori verba. Contoh adverbia kira-kira, sekiranya, terlalu, dan tahu-tahu masing-masing diturunkan dari verba tiba, kira, tahu dan lalu.
Contoh: Ia akan datang kira-kira pukul sepuluh.

2. Adverbia Deadjektival
            Adverbia deadjektifal diturunkan dari adjektiva, baik melalui reduplikasi maupun afiksasi. Adverbia diam-diam, sebaiknya, sebenarnya dan setinggi-tingginya masing-masing diturunkan dari dasar diam, baik, benar dan tinggi yang berkategori adjektiva.
Contoh: Diam-diam kami menyisipkan uang itu.

3. Adverbia Denominal
            Adverbia denominal dibentuk dari dasar yang berkategori nomina. Adverbia rupanya, agaknya dan malam-malam dalam contoh berikut, misalnya, diturunkan dari kata rupa, agak, naga, dan malam yang berkategori nomina.
Contoh: Tanpa diduga rupanya ia memojokkan kami.

4. Adverbia Denumeral
            Seperti halnya nomina, numeralia juga dapat membentuk adverbia. Dalam contoh berikut ini, adverbia dua-dua, setengah-setengah dan sedikit-sedikit, masing-masing diturunkan dari numeralia dua, setengah, dan sedikit.
Contoh: Kalau bekerja jangan setengah-setengah.

0 komentar:

Posting Komentar